Gambar kerja bukan hanya untuk dicetak, tetapi juga untuk dilanjutkan orang lain. Gambar yang layernya bernama "Layer1", "Layer2", dan "Layer3" akan memaksa penerima membuka setiap objek satu per satu untuk tahu isinya.
Aturan di bawah ini kami pakai untuk semua pekerjaan DWG.
Penamaan layer: awalan kelompok, lalu keterangan
Nama layer disusun dari kelompok besar, lalu keterangan yang lebih khusus. Pemisahnya tanda hubung, bukan spasi.
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom →
| Awalan | Isi | Contoh |
|---|---|---|
| A- | Arsitektur | A-DINDING, A-PINTU, A-ATAP |
| S- | Struktur | S-PONDASI, S-KOLOM, S-BALOK |
| M- | Mekanikal | M-PIPA-AIR, M-DUCTING |
| E- | Elektrikal | E-TITIK-LAMPU, E-PANEL |
| U- | Utilitas | U-DRAINASE, U-JALAN |
| X- | Referensi | X-GRID, X-BATAS, X-UKUR |
Yang penting: kelompok gambar dan anotasi dipisah. Dimensi, teks, dan garis ukur punya layernya sendiri, sehingga bisa dimatikan sekaligus saat gambar dipakai sebagai referensi.
Warna dan ketebalan garis
Warna layer dipakai untuk membedakan kelompok, dan ketebalan garis diatur lewat Lineweight, bukan lewat warna.
Kesalahan yang sering kami temui: ketebalan garis diatur dengan memilih warna tertentu, karena kebetulan warna itu tercetak tebal. Cara ini membuat gambar tidak bisa dicetak hitam-putih dengan benar, dan tidak bisa dipindah ke standar lain tanpa mengubah semua warna.
Skala: gambar digambar 1:1, skalanya di layout
Ini aturan yang paling sering dilanggar. Objek di ruang model SELALU digambar dalam ukuran sebenarnya, satu unit sama dengan satu milimeter atau satu meter sesuai kesepakatan awal.
Penskalaan terjadi di layout:
- Viewport diberi skala standar: 1:100, 1:200, 1:500, 1:1000.
- Skala ditulis di bawah setiap gambar, bukan hanya di keterangan berkas.
- Untuk pekerjaan yang butuh skala presisi, tambahkan skala batang (bar scale), karena skala angka ikut berubah kalau gambar diperbesar.
Layout dan cetak
- Satu layout untuk satu lembar, dengan ukuran kertas yang sudah ditetapkan.
- Viewport diberi nama sesuai gambar yang ditampilkan, bukan "Viewport1".
- Plot Style dipakai untuk mengatur ketebalan cetak, sehingga hasil di kertas sesuai dengan yang terlihat di layar.
Serah terima berkas
Yang kami serahkan bersamaan:
- Berkas DWG asli beserta seluruh Xref-nya.
- PDF resolusi tinggi dengan skala terkalibrasi.
- Catatan struktur layer, supaya penerima tidak perlu menebak.
Versi DWG yang kami pakai kompatibel dengan AutoCAD 2018 sampai 2024, jadi bisa dibuka di sebagian besar komputer tanpa perlu diperbarui.
Daftar periksa ringkas
- Nama layer memakai awalan kelompok, tanpa spasi
- Gambar dan anotasi berada di layer terpisah
- Ketebalan garis diatur lewat Lineweight, bukan warna
- Objek digambar 1:1, penskalaan hanya di viewport
- Setiap layout berisi satu lembar dengan ukuran kertas pasti
- Xref ikut terkirim dan jalurnya relatif, bukan absolut
