Data spasial yang belum diperiksa hampir selalu menimbulkan masalah di tengah pekerjaan. Perbaikannya jauh lebih mahal setelah peta tematik tersusun, karena satu kesalahan koordinat bisa membuat seluruh analisis harus diulang dari awal.
Urutan pemeriksaan di bawah ini kami pakai untuk setiap pekerjaan yang masuk ke ArcGIS, baik ArcGIS Pro maupun ArcGIS Online.
Sistem koordinat dan datum
Ini pemeriksaan pertama dan paling sering terlewat. Data dari lapangan sering datang dalam koordinat geografis (derajat), sedangkan pekerjaan perencanaan butuh koordinat terproyeksi (meter) supaya luas dan jarak bisa dihitung.
Yang kami pastikan:
- Datum memakai WGS 1984 atau SRGI 2013. Keduanya saling terhubung, dan SRGI 2013 adalah acuan resmi nasional.
- Proyeksi memakai UTM pada zona yang sesuai, atau TM-3 derajat untuk pekerjaan yang butuh ketelitian tinggi.
- Berkas pendamping (.prj untuk shapefile) selalu ikut terkirim. Tanpa itu, penerima harus menebak sendiri.
Cara memeriksa cepat di ArcGIS Pro: buka Properties layer, lihat bagian Source. Kalau tertulis GCS dan bukan PCS, berarti datanya belum terproyeksi.
Topologi: tidak boleh ada tumpang tindih dan celah
Untuk data bidang seperti batas administrasi, persil, atau zona perencanaan, dua kesalahan ini paling sering muncul:
- Tumpang tindih (overlap) — dua bidang menempati area yang sama. Akibatnya luas total menjadi lebih besar dari yang sebenarnya.
- Celah (gap) — ada ruang kosong di antara bidang yang seharusnya bersebelahan.
Keduanya bisa ditemukan lewat Topology pada File Geodatabase. Untuk shapefile yang tidak mendukung topologi, kami memeriksanya memakai alat Geometry atau memindahkannya dulu ke geodatabase.
Atribut: satu kolom, satu arti
Kesalahan atribut yang paling merepotkan bukan yang kosong, melainkan yang isinya bercampur. Contohnya kolom KECAMATAN yang di sebagian baris berisi nama kecamatan dan di baris lain berisi kode angka. Begitu data itu dipakai untuk penggabungan tabel, hasilnya kosong tanpa pesan kesalahan.
Yang kami rapikan:
- Setiap kolom hanya berisi satu jenis keterangan.
- Nama kolom tanpa spasi dan tanpa huruf besar-kecil bercampur, karena sebagian sistem warisan gagal membaca keduanya.
- Nilai kosong ditulis konsisten: dikosongkan, bukan diisi "0", "-", atau "N/A".
Metadata dan riwayat pengambilan data
Metadata bukan pelengkap. Untuk pekerjaan instansi, metadata sering menjadi syarat serah terima, dan formatnya mengikuti standar ISO 19115.
Minimal yang kami catat: sumber data, tanggal pengambilan, alat yang dipakai, dan siapa yang mengolah. Catatan ini yang menyelamatkan pekerjaan saat data yang sama perlu diperbarui dua tahun kemudian.
Daftar periksa ringkas
- Sistem koordinat dan datum sudah tertulis, berkas .prj ikut terkirim
- Tidak ada tumpang tindih dan celah pada data bidang
- Setiap kolom berisi satu jenis keterangan saja
- Nilai kosong dikosongkan, bukan diisi tanda
- Metadata terisi: sumber, tanggal, alat, pengolah
- Sudah dibuka ulang di ArcGIS Pro dan tampil di posisi yang benar
Kenapa urutan ini penting
Semua pemeriksaan di atas dikerjakan SEBELUM analisis dimulai, bukan sesudah. Alasannya sederhana: memperbaiki koordinat pada satu lapisan di awal pekerjaan memakan beberapa menit, sedangkan memperbaikinya setelah lima peta tematik tersusun memakan beberapa hari.
