Pertanyaan yang paling sering muncul saat serah terima data bukan "datanya lengkap?", melainkan "formatnya apa?". Salah memilih format membuat data harus dikonversi ulang, dan konversi selalu berisiko kehilangan sesuatu.
Ringkasan cepat
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom →
| Format | Paling cocok untuk | Batas yang perlu diketahui |
|---|---|---|
| Shapefile | Pertukaran data antar instansi | Nama kolom maksimal 10 karakter, satu berkas hanya satu jenis geometri |
| GeoJSON | Aplikasi web dan peta daring | Ukurannya membengkak untuk data besar |
| GeoPackage | Arsip data lengkap | Perlu perangkat lunak yang mendukung |
| File Geodatabase | Pekerjaan ArcGIS | Terikat ekosistem Esri |
| DWG dan DXF | Gambar teknik | Bukan penyimpan data atribut |
| GeoTIFF | Citra dan data raster | Ukuran berkas besar |
Shapefile: masih yang paling aman untuk dikirim
Shapefile tetap dipakai karena hampir semua perangkat lunak bisa membukanya. Tapi ada dua batas yang harus diketahui sebelum mengirim:
- Satu shapefile hanya berisi satu jenis geometri. Titik, garis, dan bidang harus jadi berkas terpisah.
- Nama kolom dibatasi 10 karakter. Kolom
KECAMATANakan terpotong menjadiKECAMATAN_atau bahkanKECAMATA. Ini terjadi otomatis dan sering tidak disadari.
Satu hal yang sering terlewat: shapefile sebenarnya terdiri dari beberapa berkas yang harus ikut bersama. Yang wajib: .shp, .shx, .dbf, dan .prj. Kalau .prj tertinggal, penerima harus menebak sistem koordinatnya.
GeoJSON: untuk yang tampil di browser
GeoJSON adalah format berbasis teks yang langsung bisa dibaca aplikasi web. Cocok untuk peta interaktif dan data yang jumlahnya tidak terlalu besar.
Batasnya: karena berbasis teks, ukurannya bisa 3 sampai 5 kali lipat shapefile dengan isi yang sama. Untuk data tingkat kabupaten, ini masih wajar. Untuk data tingkat nasional, berkasnya bisa membuat browser tersendat.
GeoPackage: satu berkas untuk banyak lapisan
GeoPackage adalah format modern yang bisa memuat banyak lapisan dalam satu berkas, termasuk data vektor dan raster sekaligus. Ini yang kami pakai untuk pengarsipan jangka panjang.
Keunggulannya: nama kolom tidak dibatasi, satu berkas bisa memuat banyak lapisan, dan formatnya terbuka sehingga tidak terikat satu perangkat lunak.
File Geodatabase: untuk pekerjaan ArcGIS
Kalau seluruh pekerjaan berjalan di ArcGIS, File Geodatabase adalah pilihan terbaik. Format ini mendukung topologi, domain nilai, subtype, dan aturan validasi yang tidak bisa ditampung shapefile.
Berkas gambar teknik
DWG adalah format asli AutoCAD, sedangkan DXF adalah versi pertukarannya. DXF lebih mudah dibuka perangkat lain, tapi ukurannya lebih besar dan tidak selalu memuat seluruh pengaturan cetak.
Perlu diingat: DWG dan DXF menyimpan gambar, bukan data atribut. Kalau data harus bisa disaring dan dihitung, simpan di format spasial, bukan di gambar.
Saran praktis
- Kirim data ke instansi: shapefile, lengkap dengan
.prj. - Tampilkan di peta web: GeoJSON.
- Simpan untuk jangka panjang: GeoPackage.
- Kerjakan di ArcGIS: File Geodatabase.
- Serahkan gambar kerja: DWG beserta PDF-nya.
Kalau ragu, kirim dua format sekaligus. Berkas tambahan jauh lebih murah daripada pekerjaan yang harus diulang.
