Kalau selama ini BIM dianggap urusan proyek besar, tahun 2026 menandai pergeserannya menjadi kemampuan yang diminta di banyak tingkatan pekerjaan.
Dorongan dari pemerintah
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum meluncurkan AI x 5D BIM Master Challenge 2026 bersama Glodon Indonesia pada Mei 2026. Kompetisi ini menyasar sumber daya manusia konstruksi, dan disebarkan lewat seluruh Balai Jasa Konstruksi Wilayah I sampai VII.
Alasan yang disebutkan langsung: pelaku konstruksi Indonesia harus mengikuti perkembangan teknologi digital, dan peningkatan kemampuan tenaga kerja menjadi kunci.
Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum Dorong Transformasi Digital Sektor Konstruksi
Apa yang sudah dikerjakan BUMN konstruksi
Di sisi pelaksana, PT Hutama Karya sudah memakai BIM, LiDAR, dan Lean Construction di proyek infrastruktur strategis. Perjalanannya cukup panjang: dimulai dari kebutuhan koordinasi desain pada proyek jalan tol pada 2014, lalu menjadi unit resmi pada 2018.
Pada 2021, perusahaan itu menjadi yang pertama di Indonesia meraih sertifikasi ISO 19650 Kitemark untuk pengelolaan informasi BIM.
Yang menarik, manfaatnya disebutkan berlapis:
- Potensi benturan antar elemen desain terdeteksi lebih awal, sebelum masuk lapangan.
- Progres pekerjaan bisa dipantau, dan pengendalian waktu serta biaya jadi lebih rapat.
- Model akhir disempurnakan menjadi representasi digital aset, yang dipakai untuk pengelolaan jangka panjang.
Pada salah satu proyek, penggabungan BIM dengan penjadwalan memangkas target penyelesaian dari April 2026 menjadi Desember 2025.
Sumber: Hakteknas 2026: Hutama Karya dan Penerapan BIM
Kenapa GIS dan BIM akhirnya bertemu
Bagian yang paling relevan untuk pekerjaan pemetaan adalah titik temu keduanya.
BIM menyimpan informasi sangat rinci tentang satu bangunan. GIS menyimpan informasi tentang lokasi, wilayah, dan hubungan antar objek di permukaan bumi. Selama ini keduanya berjalan terpisah: model bangunan di satu tempat, peta wilayah di tempat lain.
Yang berubah pada 2026 adalah jembatannya. Data desain dari Civil 3D dan Revit kini bisa dibaca langsung sebagai bagian dari sistem informasi geografis. Model bangunan bisa diletakkan di atas peta wilayah yang sebenarnya, dan diperiksa terhadap batas administrasi, tata guna lahan, serta kondisi permukaan tanah.
Kombinasi ini yang biasanya disebut GeoBIM, dan menjadi dasar pembuatan digital twin: salinan digital dari kawasan nyata yang bisa dipakai untuk menguji rencana sebelum dibangun.
Yang perlu disiapkan sekarang
Untuk penyedia jasa di daerah, ada tiga hal yang bisa dimulai tanpa menunggu proyek besar:
- Rapikan data spasial. Tanpa koordinat yang benar, model 3D paling bagus pun tidak bisa digabungkan dengan peta wilayah.
- Biasakan bekerja dengan model, bukan hanya gambar. Perbedaan cara kerja ini yang paling sering menjadi hambatan awal.
- Ikuti standar penyerahan data. Standar ISO 19650 adalah acuan yang dipakai proyek-proyek besar, dan mengenalnya lebih awal memudahkan kerja sama.
Catatan
BIM dan digital twin bukan tujuan akhir. Keduanya alat untuk menjawab pertanyaan yang lebih sederhana: apakah rencana ini bisa dibangun tanpa benturan, dan berapa biayanya. Kalau pertanyaan itu belum jelas, teknologinya hanya menambah biaya.



